oleh

Ini Pernyataan Resmi Ketua DPD POSPERA Riau Terkait Pemukulan Kadernya

-Siak-72 views
tour_de'

KUANSING:Riaumet.com~Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Riau mengecam keras oknum anggota TNI Angkatan Darat yang melakukan penganiayaan dan pengancaman pembunuhan terhadap kadernya.

“Kami mengutuk dan mengecam tindakan brutal penganiayaan dan pengancaman pembunuhan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI AD dengan inisial (N) yang telah melakukan penganiayaan dan pengancaman pembunuhan didepan umum terhadap warga Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi dengan inisial KIC yang juga kader kita di POSPERA RIAU.

Kejadian itu terjadi pada hari Rabu pagi tgl 11 Maret 2020 kamaren yang disaksikan warga masyarakat desa tersebut,” kata Julius Jupentus Situngkir selaku Ketua DPD Pospera Riau di Pekanbaru, Kamis (12/3/2020).

Menurut dia, kekerasan atas nama apapun tidak diperbolehkan, terlebih lagi dilakukan oleh oknum anggota TNI aktif kepada warga sipil.

“Kami sangat menyayangkan kejadian pemukulan yang terjadi seperti itu, pada prinsipnya anggota TNI harus menjadi pengayom terhadap warganya, tak pantas dilakukan tindakan kekerasan untuk menyelesaikan persoalan apapun, karena negara kita adalah Negara Hukum, apalagi peristiwa itu dilakukan oleh oknum TNI yang paham tentang hukum, yang seharusnya menjadi pengayom dan membina warga masyarakat,” kata Julius lagi.

Kita dengar juga, bahwa Oknum TNI yang melakukan penganiayaan ini bertugas di salah satu satuan Sumatera Barat, rangkap jabatan sebagai ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi.

Imformasi ini didapat dari korban dan bisa dikonfirmasi. Jika ini benar sangat disayangkan juga, bagaimana mungkin tentara aktif di Sumatra barat tapi aktif juga sebagai ketua BPD di desa Provinsi Riau,” tegas Julius.

Dikatakan Julius bahwa korban telah melakukan visum di rumah sakit tentara Pekanbaru, setelah melaporkan kejadian ini ke DENPOM Pekanbaru untuk diproses secara hukum yang berlaku.

Baca Juga:  Di Aula Kantor Camat Minas, Rasidah kukuhkan Bunda Literasi kecamatan dan Kampung

“Korban sudah melakukan visum dan dimintai keterangannya, kita percaya proses hukumnya akan berjalan cepat, oleh karena itu akan sama-sama kita kawal dan bantu, karena kita sebagai warga Negara sangat mencintai Institusi TNI, sebagai Lembaga Pertahanan dan Keamanan Negara,” tandasnya.  (Red)

Komentar

Jangan Lewatkan