Rohul:Riaunet.com-Baru saja 1 tahun pasca dilantik, kepengurusan MPC Pemuda Pancasila Rokan Hulu dibekukan MPW PP Riau. Diduga, konflik internal di tubuh organisasi MPC PP Rohul menjadi penyebabnya.
Dalam Rapat Konsolidasi organisasi Majlis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Rokan Hulu yang berlangsung Sabtu 4 Juli 2020 di Sapadia Hotel, yang dipimpin Abdul Gafar, Resmon Sagala, Indra Wahyudi, Edy M. Kaban, dibacakan surat keputusan MPW PP Riau nomor 117.F/ MPW-PP/ RIAU/SK/VI/2020,
yang menyatakan bahwa kepengurusan MPC PP Rohul dibawah kepemimpinan Raynaldi, dibekukan.
Kemudian, dibacakan pula surat keputusan nomor 0125.F/ MPW-PP/RIAU/SK/ VI/2020,
yang didalamnya mengamanahkan Resmon Sagala sebagai Ketua Caretaker MPC PP Rohul, Wakil Ketua Abdul Gafar , Sekretaris Indra Wahyudi.
Caretaker yang ditunjuk ini bertugas mempersatukan kembali seluruh kader Pemuda Pancasila di Rokan Hulu, dan mempersiapkan Musawarah Cabang untuk pemilihan ketua MPC PP Rohul lagi, sebagai pengganti Raynaldi.
Dikonfirmasi terkait dibekukannya kepemimpinan Raynaldi, Resmon Sagala mengaku ” Raynaldi telah melanggar salah satu pasal dalam AD/ART Pemuda Pancasila yakni tidak sinergi dengan MPW PP Riau, sehingga tujuan dibentuknya MPC PP Rokan Hulu sebagai perpanjangan tangan MPW PP Riau tidak terwujud.
” Mulai hari ini, Raynaldi dan jajaran kepengurusan MPC PP Rohul yang dibentuknya, sudah dibubarkan, bukan dipecat atau dikeluarkan sebagai kader Pemuda Pancasila. Dan kedepan tugas kami sebagai caretaker MPC PP Rohul, adalah mempersatukan kembali kader Pemuda Pancasila di Rokan Hulu, dan mempersiapkan musyawarah cabang luar biasa”, ujar Ketua Caretaker MPC PP Rohul, Resmon Sagala.
Untuk pelaksanaan muscablub MPC PP Rohul, Resmon Sagala mengaku akan mempersiapkannya dengan baik, diawali dengan mengaktifkan kembali seluruh PAC Pemuda Pancasila 16 Kecamatan dan Ranting-rantingnya.
” Saat ini PAC PP yang belum aktif ada 6 kecamatan lagi seperti PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Rambah Hilir, Kepenuhan, Rokan IV Koto, Bangun Purba, akan segera di defenitifkan”, tutur Resmon.
Selain itu, tindakan Raynaldi yang diduga telah mencemari nama baik organisasi Pemuda Pancasila juga sangat disayangkan. Resmon dengan tegas menyebutkan itu perbuatan oknum, dan tidak atas sepengetahuan MPC PP Rohul maupun MPW PP Riau.
” Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang merasa terganggu dengan perbuatan oknum kader Pemuda Pancasila tersebut. Karena tindakan yang viral dimedia sosial itu, bukan berdasarkan persetujuan Organisasi Pemuda Pancasila, hanya dilakukan orang pribadi”, tandas Resmon.
Adapun tindakan oknum kader Pemuda Pancasila yang viral di media sosial facebook, dan dikeluhkan oleh masyarakat, yakni adanya pungli terhadap kenderaan berkapasitas tonase tinggi dengan cara pemasangan stiker Organisasi Pemuda Pancasila di setiap kenderaan. (Nst)
Komentar