Rohul:Riaunet.com-Viralnya seorang ibu rumah tangga yang tertangkap basah mengambil 3 tandan sawit milik PTPN V ternyata ada kebohongan, sehingga dengan kebohonganya banyak orang tertipu ,dan kesal terhadap ibu tersebut, lantas dengan kondisi seperti ini timbul nya ,ada rasa benci dan ada rasa kasihan.
Kebohongan ibu Rica ini bisa sebagai pelajaran untuk ibu Rica sendiri, yang mengatakan bahwa ia mengambil sawit PTPN V untuk beli beras dan kebutuhan rumahnya, kebohongan tersebut terbongkar setelah pihak desa mengetahui viral nya di sosmed ibu Rica ini yang mengatakan pernyataan tersebut, oleh karena itu dari pihak desa sangat kesal terhadap ibu ini hingga menyampaikan ,ternyata kebaikan kami terhadap ibu ini tidak di akuinya sama sekali, sementara sudah di bantu dalam menghadapi masalahnya ini yakni , pertanggungjawaban dari RT, RW di Polsek Tandun untuk di bebaskan.
Setelah ditemui ke tempat kediaman ibu Rica, yang dibantu oleh pihak desa dan RT, RW setempat , ibu Rica merupakan salah satu orang berada karena dengan melihat fasilitas yang ada di rumah itu seperti TV, Megic com,bahkan memiliki android walaupun tidak tipe tinggi, itu semua dikatakan ibu ini termasuk ekonomi menengah, dengan magsud ,tidak terlalu kaya tidak terlalu miskin.
Karena telah merasa bersalah, ibu Rica menyampaikan permohonan maafnya “kepada masyarakat yang ada di Rokan Hulu saya meminta maaf sebesar besarnya, dan terutama kepada desa Koto Tandun, saya minta maaf untuk semua ini, saya tidak akan mengulagi lagi kesalahan ini kembali”, Kamis 4 Juni 2020, pukul 10.00 WIB.
Sekretaris desa Koto Tandun mengatakan “untuk pesoalan ini kami juga katakan mohon maaf , karena ini merupakan dari kelalaian kami juga , karena sudah lama ibu ini tinggal di desa ini tetapi tidak juga memiliki kesadaran untuk memiliki identitas yang lengkap dan ini tetap kami Diam kan , akan tetapi sebenarnya dari pihak kami juga sudah mengingatkan agar tetap memiliki identitas yang lengkap, karena jika ada bantuan yang akan dibagikan, itu akan memerlukan investasi yang pasti, karena jika kami memberikan sembarangan orang , dampaknya akan besar terhadap kami, namun ini semua juga merupakan kelalaian kami juga karena menerima pendatang tanpa identitas, dan sebagai koreksi kedepannya”
Kemudian dari GM PTPN V Daniel Triandio mengatakan” kami dari pihak PTPN V juga merasakan prihatin atas semua kejadian ini, dan kami cukup kaget melihat kejadian tersebut, karena kejadian seperti ini sudah sering berulang kali dilakukan oleh masyarakat desa sekitar perusahaan bukanhanya sekali ini saja , namun demikian kejadian ini merupakan hal yang tidak kami inginkan, oleh karena itu kami mohon maaf, kerena telah menjadi perhatian publik melalui kejadian ini”.
Daniel Triandio juga mengatakan “kami dari pihak PTPN V jika ada pekerjaan yang bisa dilakukan masyarakat kami juga memanggil masyarakat sekitar perusahaan, seperti meman sawit ,membabat lahan dan mengutip brondolan itu kami dari pihak PTPN V selalu mengajak masyarakat”.
Daniel Triandio juga mengakui ” memang pekerjaan yang kami berikan itu ,pekerjaan yang kasar dan penghasilannya minim, oleh karena itu mungkin warga desa sekitar perusahaan melakukan hal yang tidak diinginkan”
(Nst)
Komentar