oleh

Pekerja Dirumahkan, PT. SRK Belum Bayarkan Hak Buruh Selama Tiga Bulan

tour_de'

INHU:Riaunet.com~Perlakuan pihak perusahaan PT.Sinar Reksa Kencana (SRK) ini sangat terkutuk, soalnya hak pekerja/buruh untuk bertahan hidup belum juga dibayarkan.

Ya benar, hasil upah kerja kami selama tiga bulan belum dibayarkan,” kata Fanahoshi Nduru kepada wartawan, Minggu, (22/3/2020).

Diketahui bahwa ratusan pekerja/buruh telah dirumahkan di barak (perumahan Perusahaan.red), saat kami terancam kelaparan, bagaimana tidak, beras untuk di masak tak punya lagi, sebut salah seorang perwakilan pekerja yang namanya tak ingin disebut.

“Menurut dia selama ini kami belum gajian dan terus berhutang beras diwarung, kemudian dibayar setelah menerima gaji, tapi saat ini sudah 3 bulan belum terima hasil upah, dan sekarang pihak warung sudah tidak mau lagi memberi kami utang beras, serta kebutuhan lainnya, sebut perwakilan pekerja terlantar,” tambah dia.

Ia juga mengatakan bahwa anak dan istri dirumah butuh makan, coba kita pikir, sampai saat ini sudah berjalan satu bulan lebih, kami makan hanya satu kali dalam sehari, itupun berasnya di jadikan bubur campur sayur ubi di tumbuk, lalu campur garam untuk di makan, demi mencari hidup bersama keluarga.

“Hasil upah kami dari 60 s/d 70 ribu perhari yang dibayar PT. SRK, ini untuk menghidupi istri dan anak yang tinggal di barak, Baruntung bagi anak masih kecil, apa tidak sedih nasib hidup pekerja kasar yang ada di perusahaan ini,” kata dia.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk dapat menindak tegas pihak perusahaan yang telah menelantarkan kami,” tambahnya.

Terkait upah pekerja, hal ini dibenarkan Eko, selaku General Offair PT.SRK yang membidangi bagian administrasi Umum, memang belum dibayar dan masih di usulkan dengan pimpinan tertinggi.

Baca Juga:  Wakil Bupati Inhu Khairizal Menerima WTP, Sekdakab Hendrizal Terus Dipertahankan

Dalihnya, adanya perubahan managemen perusahaan yang saat ini memiliki 5.000 hektar lahan perkebunan kelapa sawit.

“Namun telah di janjikan, akan segera di lunasi dengan cara cicil. Dimana hak mereka, sedang di ajukan kepimpinan tertinggi di perusahaan,” imbuhnya .(ZN)

Komentar

Jangan Lewatkan