oleh

[OPINI] Pengetahuan Pencegahan Dan Perawatan Cedera Olahraga Bagi Guru Penjas Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti

Penulis : Kamarudin, S.Pd.,M.Pd (Dosen FKIP UIR) Waktu : Rabu, 4 September 2019

Pekanbaru:Riaunet.com- Pengetahuan tentang cara-cara pencegahan dan perawatan cedera bagi guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan sangatlah penting dimiliki karena pada dasarnya cedera yang dialami oleh siswa pada saat pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan berlangsung akan segera dapat ditangani oleh guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan tanpa harus langsung menuju rumah sakit ataupun pihak ahli dalam penyembuhan cedera.

Oleh karena itu Pencegahan dan perawatan pertama yang dilakukan oleh guru dapat meredakan cedera yang dialami oleh siswa yang mengalami itu, penanganan yang salah saat pertama kali ditanganani dapat berakibat buruk di kemudian hari.

Dalam pengabdian masyarakat ini mengangkat masalah tentang pengetahuan guru Penjas dalam pencegahan dan perwatan cedera olahraga pada proses pembelajaran penjas di Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepuluan Meranti. Seorang guru wajib mengetahui cara pencegahan dan perawatan yang benar tentang cedera, berlangsungnya proses pembelajaran yang berkualitas perlu segera mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius dari pihak-pihak yang ada di dalamnya.

Semua guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang baik itu berlatar belakang SGO, DII, SI dan SII, memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pencegahan dan perawatan cedera. Karena di setiap jenjang pendidikan yang telah di tempuh seharusnya terdapat mata kuliah PPC (Pencegahan dan Perawatan Cedera) dan Pendidikan Keselamatan, yang dimaksud untuk menambahkan materi pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Baik itu berupa teori maupun praktek di lapangan, sehingga guru mampu mengatasi dengan benar masalah yang terjadi pada siswa yang cedera.

Kenyataan yang terjadi di lapangan tidak seperti itu, apabila ada siswa yang mengalami cedera guru tidak menangani langsung siswa malah langsung di larikan ke rumah sakit yang jaraknya jauh. Padahal pembelajaran PPC tersebut sangat penting dimiliki oleh guru. Tetapi selain itu terdapat juga guru yang dapat menangani cedera.

Baca Juga:  Wujudkan Taman Bunga Impian Okura, Dosen Fisipol UIR Gelar Penyuluhan dan Pendampingan Pembuatan Proposal Pengajuan Dana CSR

Berdasarkan pendapat di atas, beberapa Dosen FKIP UIR yang terdiri dari Kamarudin, S.Pd.,M.Pd (Ketua), serta anggota, Drs. Muspita, M.Pd, Ricky Fernando, M.Pd, dan dari mahasiswa yaitu Putra Nanda Pratama, dan Rudi Hanafi melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat.

Tempat pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut di Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti, yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu s/d Minggu Tanggal 27 s/d 28 Juli 2019.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat tersebut memberikan Hasil dan Kesimpulan sebagai berikut :

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti dengan judul “Pengetahuan Pencegahan Dan Perawatan Cedera Olahraga Bagi Guru Penjas Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti” dari kegiatan ini antusias guru olahraga sangant tinggi hal ini di karenakan kurangnya pengetahuan tentang penangan cedera olahraga yang selama ini menjadi permasalahan di lapangan.

Manfaat utama kegiatan ini adalah pengtahuan praktis yang dapat diterapkan langsung dalam penangan cedera olahraga dengan baik.
Kegiatan pengabdian ini juga memberikan suatu pengetahuan tentang pemahaman penangan cedera olahraga yang benar dan professional. Bagi peserta yang mengikuti kegiatan ini mempunyai antusias yang luar biasa di karenakan selama ini kurangnya sosialisasi tentang Penaganan Cedera Olahraga di sekolah – sekolah di Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti. Di harapkan kegiatan seperti ini dapat dilakukan setiap tahunnya. (Rls).

Komentar

Jangan Lewatkan