oleh

(Opini) Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2020

Penulis : Arni Yuliana Tambunan (Kabid Pendidikan dan Kebudayaan Hmi Cabang Pekanbaru Periode 2020-2021)

Pekanbaru:Riaunet.com-Peringatan hari pendidikan Nasional (hardiknas), merupakan salah satu kesempatan untuk meningkatkan perhatian kita kepada pendidikan. Pasal 31 ayat 1 menyatakan bahwa “setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Karena pendidikan memiliki peran yang sentral dalam menemukan dan mengarahkan peradaban suatu bangsa, sebab salah satu prinsip pendidikan adalah pengembangan dan pembangunan umat manusia ” _one of education’s principal is therefore that of fitting humanity to take control of it’s own development. It must enable all people without exception contribute to the progress of the society in which they of individuals and communities_”. Dengan pendidikan akan mengajak orang untuk berfikir kreatif dalam membangun jatidirinya, sehingga menjadi jatidiri bangsa yang kuat. Soedijarto mengemukakan bahwa membangun jatidiri bangsa berarti membangun peradaban bangsa dan negara.

Meskipun Indonesia sudah memasuki hari Pendidikan Nasional yang ke-111 kalinya, namun saat ini mutu dan kualitas pendidikan masih belum merata disetiap sudut daerah. Salah satu faktor tidak meratanya adalah perekonomian masyarakat. Pendidikan tidak terlepas dari masalah ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berbagai kajian akademis dan penelitian empiris telah membuktikan keabsahannya. Alhumami (2004), menyatakan pendidikan bukan hanya sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki pengetahuan dan keterampilan, serta menguasai teknologi, Melainkan juga dapat menumbuhkan iklim bisnis yang sehat dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut mendorong setiap warga negara untuk mandiri berwirausaha secara adil dan sehat. Kata lainnya, turut serta memberikan kontribusi aktif dalam pembangunan, melalui produktivitasnya dapat meningkatkan pendapatan serta akhirnya mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Namun, pertumbuhan ekonomi pada saat ini menjadi sangat berat bagi kita semua karena masa pandemi covid-19. Mengapa tidak? Sejak diberlakukannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) banyak masyarakat yang kehilangan usaha dan mata pencariannya untuk menghidupi keluarganya. Hal ini sangat berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pendidikan.

Baca Juga:  [Opini] ANAK TIRI DI NEGERI SENDIRI

Sistem pendidikan yang dipakai oleh para pendidik dan terdidik sekarang adalah basis daring. Menurut surat edaran Mendikbud no. 4 tahun 2020, dinas pendidikan dan sekolah harus menyiapkan PPDB di wilayahnya yang mengikuti protokol kesehatan orangtua, dan siswa boleh berkumpul secara fisik di rumah. Dengan kata lain, PPDB dianjurkan untuk melakukan daring (cnn/ysp).

Efektifitas basis daring sudah memberi efek kegiatan belajar mengajar yang membosankan, terhitung sudah memasuki hampir 2 bulan menggunakan basis daring. Di tengah pandemi ini, kemdikbud seharusnya menciptakan terobosan-terobosan baru agar pendidik dan terdidik tidak bosan serta lebih semangat dan giat lagi dalam belajar. Belum lagi, basis daring membutuhkan paket Internet yang lumayan besar.

Bakornas Lapenmi PB HMI periode 2018-2020, Muhammad Ihsan mengatakan, “pendidikan saat ini sangat mengkuatirkan untuk mahasiswa/ pelajar. Mungkin mahasiswa/ pelajar yang menengah keatas tidak terlalu terganggu dengan adanya basis daring ini. namun, mahasiswa/ pelajar yang menengah kebawah akan merasakan kesulitan untuk mengikuti basis daring, khususnya yang menggunakan aplikasi zoom, sebab banyak memerlukan kuota Internet dalam mengaksesnya. Sebagai insan akademis, saatnya menjadi insan pengabdi yang dapat memberikan semangat kepada masyarakat serta edukasi-edukasi yang saat ini mengalami kepiluan. Karena mahasiswa dapat melakukan itu dengan banyaknya pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari kampus, organisasi intra kampus, hmi, atau organisasi lainnya yang dapat meningkatkan semangat adik-adik ataupun teman-teman yang ada di daerah kita masing-masing,” Dinas Online, jum’at (1/5).

Terlepas dari semua itu, bukan berarti semangat kita dalam menimba ilmu di segala bidang menurun. Sebab, pendidikan sangat penting dalam kehidupan kita, bukan hanya ilmu pengetahuan tapi juga pembentukan nilai-nilai moral atau etika manusia. Harapannya, di hardiknas ini mahasiswa/ pelajar lebih peduli lagi terhadap Pendidikan untuk mensejahterakan masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh bapak pendidikan nasional Ki Hadjar Dewantara, “Ing sung tuladha, Ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” Bersyukur dan ikhlas Yakin Usaha Sampai, salam pendidikan.(Rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 3 =

Jangan Lewatkan