oleh

Lewat Aksi Konvergensi, Pemkab. Meranti Berhasil Turunkan Angka Stunting di 12 Lokus

Meranti:Riaunet.com – Kerjasama seluruh OPD di lingkungan Pemkab Meranti dalam menuntaskan kasus Stunting mulai menuai hasil, terbukti dari 16 Desa yang menjadi Locus kasus Stunting, 12 di antaranya angka Stunting berhasil ditekan.

Hal ini terungkap dalam Rapat Persiapan Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten Kepulauan Meranti yang digelar di ruang Rapat Melati Kantor Bupati, Senin (12/10/2020).

Rapat yang melibatkan semua OPD terkait dalam penuntasan kasus Stunting di Meranti langsung dipimpin oleh Sekdakab. Meranti Dr. Kamsol MM.

Rakor juga dihadiri Kadiskes Kep. Meranti, dr. Misri Hasanto, M.Kes, Kadis Sosial, Agusyanto, Kadis LHK Irmansyah, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan M. Arif, Sekretaris BPMPD Meranti Edi M Nur, Kepala Bappeda Kep. Meranti yang diwakili Sekretaris Bappeda, Randof, Perwakilan Dinas PUPR, Sekretaris Disdik Meranti Syarifah Zuma, Perwakilan Kecamatan Tebing Tinggi dan lainnya.

Dalam Rakor tersebut seperti dijelaskan Kadiskes Meranti Misri Hasanto, kondisi geografis Meranti yang berada di wilayah perbatasan, dan terluar dengan tingkat kemiskinan yang masih cukup tinggi sangat berpotensi memunculkan kasus Stunting.

“Sedangkan yang kita petakan dari akhir 2019, itu ditemukan 16 Locus stanting di Meranti, sehingga di tahun 2020 ini menurut saya fokus kita sebaiknya di 16 lokus ini saja,” ujar Misri.

Lebih lanjut dipaparkan Misri, dari delapan aksi, ada empat aksi saja yang dipakai untuk menurunkan angka stunting di Meranti, di antaranya lewat peraturan bupati, peran desa, peran serta masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat lewat kader posyandu, agar masyarakat desa lebih peduli dengan anak-anak yang terkena stunting. Alhasil dari 16 Desa Locus Stunting, 12 di antaranya angka Stunting berhasil ditekan.

Baca Juga:  3 Tersangka Tindak Pidana Narkotika, berhasil diamankan Polsek Rangsang di Desa Bungur.

Hal ini mendapat apresiasi dari pihak Bappeda Meranti yang disampaikan oleh Sekretaris Bappeda Randolf, dijelaskannya dari 16 desa yang menjadi lokus stanting, ada 12 desa yang mengalami penurunan, 3 desa yang naik, dan 1 desa yang tetap.

“Terima kasih atas kerjasama semua OPD dalam menuntaskan kasus Stunting di Meranti, sehingga berhasil menekan angka Stunting di 12 Desa,” ucap Randolf.

Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Sekda Meranti, Dr Kamsol MM, ia juga berharap di tiga desa lokus yang mengalami kenaikan, dan satu desa yang tetap, bisa terus diintervensi guna menurunkan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Kita berharap intervensi Stunting terus dilakukan hingga kasus Stunting di Meranti menjadi 0,” pungkasnya. (Owen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 16 =

Jangan Lewatkan