oleh

(Opini) Hardiknas : Stay At Home Yang Produktif

-Aktivis, Opini-103 views

Penulis : Arni Yuliana Tambunan, (Kabid Pendidikan dan Kebudayaan Hmi Cabang Pekanbaru Periode 2020-2021)

Pekanbaru:Riaunet.com-2 Mei dikenal sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Setiap tahun banyak kalangan yang menyambut hardiknas dengan berbagai kegiatan, baik berupa seminar/ diskusi, perlombaan, dan beragam kreatifitas lainnya.

Berbeda dengan penyambutan hardiknas sekarang, yang mengharuskan kita untuk tetap di rumah. Bukan berarti komunikasi kita terputus dengan banyak orang, John Dewey menyatakan bahwa pendidikan harus tertuju pada efesiensi sosial, atau kemanfaatan pada kehidupan sosial dan belajar berbuat atau belajar melalui pengalaman langsung yang lebih dikenal dengan sebutan learning by doing. Artinya, interaksi atau proses sosial masih dapat dilakukan melalui alat komunikasi. Jika tahun lalu tantangan kita hanya bulan puasa, di tahun Ini tantangan kita bertambah dengan adanya pandemi covid-19. Namun, tidak menghalangi kita sebagai kaum pendidik dan terdidik untuk selalu mengembangkan potensi, bakat dan minat tiap individu. Kondisi seperti ini memang ketidak inginan kita sebagai makhluk ciptaan Allah. Karena dalam firman-Nya, yang artinya “boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah 2: ayat 216).

Berfikir positif dan yakin kepada Allah bahwa semua ini adalah yang terbaik dari-Nya. Sebagai generasi muda, pemuda, mahasiswa, atau pelajar. Tentunya kita dituntut untuk melakukan hal-hal yang positif, sekalipun belajar dari yang terkecil. Sebab, yang dilihat bukan dari kecil atau besarnya. Melainkan, seberapa tulus dan bersihnya niat kita untuk terus melakukannya menjadi kebiasaan, dan yang paling penting adalah niat.

Semua itu tergantung kepada niat, untuk melakukan sesuatu yang produktif dalam berkarya. Banyak yang menjadi contoh produktif yang bisa kita lakukan. HMI Cabang Pekanbaru misalnya, dengan surat edaran tentang himbauan kepada komisariat selingkungan Hmi Cabang Pekanbaru untuk membantu dan berpartisipasi dalam pencegahan penularan covid-19. Himbauan ini diindahkan dan diamalkan oleh setiap kader, melalui akun media sosialnya untuk membantu kota/ Kabupaten / desa dalam penyemprotan disinfectant dari rumah kerumah, pembagian sembako dan lainnya. Pada tanggal 22 April lalu, bidang Pembina Anggota (PA) telah melakukan diskusi online dengan tema Refleksi iman, ilmu, dan amal dalam menyikapi pandemi covid-19 yang berjalan dengan lancar. Antusias kader HMI sangat luar biasa, karenanya memang materi NDP ini selalu menjadi favorit oleh setiap kader HMI. Tidak ketinggalan dalam penyambutan hardiknas mendatang, Pada tanggal 1 mei 2020, Hmi Cabang Pekanbaru akan mengadakan “Dinas Online” (Diskusi dan Narasi Online) dibuka secara Nasional, mengkaji tentang Standarisasi dan efektifitas sistem pendidikan daring ditengah pandemi covid-19. Tanggal 2 Mei pengumuman perlombaan Essay Reaktif, yang mengembangkan potensi kader dalam menulis essay, melalui bidang Pendidikan dan Kebudayaan Hmi Cabang Pekanbaru Periode 2020-2021 yang telah dibuka pendaftaran sejak tanggal 13 april-30 April 2020. Hal ini membuktikan bahwa cabang Pekanbaru, dalam menyikapi stay at home juga produktif yang tak kalah menarik dari hari biasanya.

Baca Juga:  GERAKAN #2019GANTIPRESIDEN DI PEKANBARU, LKSP GELAR DISKUSI PUBLIK

Beragam kita temui di media sosial, khususnya mahasiswa/ pelajar yang mengisi waktu “stay at homenya” dengan belajar memasak hingga mengembangkan bakatnya menjadi usaha yang menghasilkan uang. Kegiatan ini akan memberikan kerbermanfaatan secara pribadi dan banyak orang. Khoirinnasi anfa a’hum linnas, sebaik-baiknya manusia adalah yang lebih bermanfaat bagi manusia lain. Tapi ilmu dari setiap kebermanfaatan tersebut harus di awali dengan keyakinan iman, pencapaiannya diusahakan dengan ilmu, kemudian disampaikan dengan amal. Seperti yang disampaikan oleh Hamka, Ilmu harus didasari dengan iman, sebab apabila orang
yang berilmu tanpa didasari iman maka ilmunya dapat membahayakan dirinya dan orang lain.

Ditulisan sebelumnya sudah dijelaskan terkait masalah pendidikan kita sekarang, apalagi di hardiknas ini harus mempunyai solusi dari tiap masalah pendidikan, khususnya sistem daring. Pemikiran Paolo Freire hadir memberikan solusi, ia mempunyai alternatif yang dinamakan problem-posing education atau pendidikan hadap masalah yang memungkinkan konsientisasi. Dalam konsientisasi, guru dan murid bersama-sama menjadi subyek yang disatukan oleh obyek yang sama. Harapannya di hari Pendidikan Nasional tahun ini, semua Kaum terdidik dan pendidik harus lebih menciptakan karya baru yang belum pernah diciptakan oleh orang lain, karya tersebut dapat muncul jika kita rajin membaca dan menulis, walaupun kita stay at home buang sifat malas dan lakukan sesuatu hal yang positif sampai pandemi ini berakhir. Ambil hikmahnya, dan cobalah muhasabah untuk memperbaiki diri. Banyak dari kita yang terlena akan dunia, hingga melupakan kewajiban kita sebagai umat manusia untuk shalat 5 waktu, bersedekah, mengaji, dzkir, dan jarang berkumpul dengan keluarganya. Allah telah memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada kita agar tetap produktif di rumah, namun kembali lagi kepada diri kita sendiri. Kegiatan apa yang akan kita lakukan dalam mengatasi stay at home ini, agar tetap produktif sesuai dengan izzah islam.(rls).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + 7 =

Jangan Lewatkan