oleh

Pengunjung MTQ Prov Riau 2019 di Kampar Serbu Stand Pameran Khas Kab Siak

-Kampar-26 views
tour_de' tour_de'

KAMPAR:Riaunet.com~Produk Stand Pameran Pemkab Siak yang berada di Areal Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Riau ke XXXVIII Tahun 2019 di Kota Bangkinang Kabupaten Kampar, mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pengunjung helat syi’ar Qur’an terakbar di Bumi Lancang Kuning itu. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Siak, hanya berselang tiga jam setelah Pameran Bazar Ekonomi Kreatif dan pameran MTQ dibuka secara resmi, jumlah pengunjung yang datang ke Stand Kabupaten Siak sudah mencapai lebih dari 500-an orang.

Rata-rata pengunjung yang berdatangan mengincar produk unggulan dan khas yang sudah terkenal dari Negeri Istana (Siak), seperti kuliner khas melayu Siak, tenun Siak, dan aneka model tanjak yang dipajang bersamaan berbagai produk unggulan lainnya yang dipamerkan Dinas Perdagangan Perindustrian Kabupaten Siak.

“Selain itu, mereka juga rata-rata datang untuk mencicipi ragam kuliner khas asal Kabupaten Siak yang dihidangkan secara gratis, diantaranya ada roti canai, roti jala kuah manis sari kaya, rujak serut kuah kacang, mie sagu goreng, dan mi goreng kuning. Disamping itu kita juga menghidangkan aneka buah-buahan dan minuman khas laksmana mengamuk dan es kesturi,” Ujar Sekretaris Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Siak, Amir Ikhsan.

Terlihat juga pengunjung ada yang telah datang sebelum maupun bersamaan dengan kunjungan rombongan Gubernur Riau Syamsuar, Bupati Siak Alfedri beserta Sekretaris Daerah T. S. Hamzah dan Forkompinda. Tak hanya berburu aneka kuliner tradisional, para pengunjung juga berburu aneka tenun siak dan tanjak yang sudah dikenal luas masyarakat karena nilai estetika dan kualitasnya yang sudah tidak diragukan lagi.

“Yang paling dicari itu tanjak motif tenun Siak printing yang kita jual seharga rata-rata 50 ribu rupiah, tanjak tenun Siak dengan rentang harga antara 150-350 ribu rupiah. Tadi saja sebelum stand kita dibuka dan dikunjungi Bapak Bupati Siak Alfedri dan rombongan, 15 buah tanjak dan 2 songket tenun sudah terjual kepada pengunjung. InsyaAllah kalau stok habis kita siap mendatangkan kembali produknya dari Siak,” Kata Amir.

Baca Juga:  Polsek Perhentian Raja Kampar Tangkap Pelaku Narkoba di Desa Hangtuah
tour_de'

Sepanjang pelaksanaan pameran ekonomi kreatif yang dilaksanakan selama tujuh hari pada tanggal 24 November hingga malam penutupan MTQ Tanggal 30 November kedepan. Stand Kabupaten Siak akan memamerkan sejumlah produk unggulan Kabupaten Siak. Aneka tenun Siak dan tanjak, makanan dan cinderamata yang diproduksi para pengrajin Negeri Istana itu merupakan bentuk fasilitasi Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan Industri untuk membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) Siak dalam memasarkan produk.

“Untuk tenun Siak motif Tampuk Manggis dan Pucuk Rebung, produk yang masih tersedia diantaranya kain sampin untuk laki-laki yang dijual seharga 450 ribu, songket tenun perempuan seharga 650 ribu. Selain itu juga ada Kain Batik Siak motif Pucuk Paku Istana dan Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TSAL) seharga 150 ribu hingga 325 ribu rupiah, dengan luas bidang kain antara 2-3 meter,” kata Amir lagi.

Masih kata dia, sementara untuk berbagai produk kuliner, aneka panganan unik dan menarik tampak menghiasi rak pajangan yang disediakan didalam stand, diantaranya Teh Bunga Telang Organik yang membawa Bungaraya memenangkan Anugerah Pemuda Pelopor Tingkat Nasional, Kue Pilin Steak Ubi Balado dan Keripik Tiwul Ubi Ungu dari Tualang, Abon Ikan Patin Dendeng Sayur Ikan Patin dari Sungai Mandau, Jelly Nanas dan Kue Bangkit dari Siak Sri Indrapura, serta Manisan Ceremai dari Sungai Apit.

“Sesuai arahan Bapak Bupati Siak Alfedri dan Bapak Kadis Dagperind Wan Ibrahim Surji, kita menampilkan ragam produk baru kuliner dan cinderamata yang unik dan khas, sebagian produk hasil pengembangan dari pelatihan yang pernah kita buat, sebagian lagi memang sudah ada sebelumnya. Selain aneka kerajinan kayu bermotif Kerajaan Siak, kerajinan dari lidi sawit dan sepatu tas sulaman dari tali kur produk masyarakat Mempura, yang tidak kalah menarik itu kita punya produk meja.(rdk).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 5 =

Jangan Lewatkan