oleh

Peringati Harlah IPNU IPPNU, Pelajar NU di Meranti Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama

Meranti:Riaunet.com – Dalam rangka memperingati Harlah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ke-67 dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ke-66, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Rangsang Barat menggelar tasyakuran, tahlil dan doa bersama, pada Rabu Malam (3/3).

Acara tasyakuran tersebut diselenggarakan di Komplek Musala Al-Huda, Dusun Purwosari, Desa Segomeng, Kec. Rangsang Barat, Kab. Kep. Meranti, dan turut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kab. Kep. Meranti Mhd. Manshur, Sekretaris PC IPNU Meranti Rudi Al-Amin, Ketua PAC IPNU Tebing Tinggi Taufiqurrahman, Kepala MAN 2 Kepulauan Meranti Syar’an Susilo dan tokoh masyarakat sekitar.

Dalam tasyakuran yang berjalan khidmat itu, Ketua PAC IPNU Rangsang Barat M. Khavis mengatakan, selain memperingati harlah IPNU dan IPPNU, tasyakuran tersebut juga bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim kader IPNU dan IPPNU Rangsang Barat.

“Selain untuk mempererat tali silaturrahim sesama kader IPNU dan IPPNU, kegiatan ini juga sebagai ungkapan syukur kita kepada Allah SWT. atas usia IPNU yang sudah memasuki 67 tahun dan IPPNU ke-66 tahun,” pungkas Khavis.

Selain memperingati Harlah IPNU ke-67 dan IPPNU ke-66, tasyakuran itu dibuat dalam rangka memperingati Hari Lahir PAC IPNU dan IPPNU Rangsang Barat yang dibentuk sejak setahun lalu.

Ketua PC IPNU Kep. Meranti Mhd Manshur juga turut mengapresiasi tasyakuran yang diselenggarakan oleh PAC IPNU dan IPPNU Rangsang Barat. Menurutnya, dengan adanya momentum berkumpul tersebut, ke depan IPNU dan IPPNU semakin kompak dan semangat dalam berkhidmat di NU.

“Kita berharap kader-kader IPNU dan IPPNU ke depan semakin kompak dan semangat dalam menyebarkan Islam ramah yang berlandaskan paham ahlussunnah wal jamaah annadhliyah, terutama di kalangan pelajar,” ujar Manshur.

Baca Juga:  Mulai 14 September Bupati Meranti Hentikan Tatap Muka Sekolah di Kecamatan Tebingtinggi

Pria yang akrab disapa Maman itu menilai, untuk mewujudkan semua itu tentunya dibutuhkan kolaborasi, tidak hanya kader IPNU dan IPPNU saja, melainkan semua sektor yang ada dalam lingkungan kemasyarakatan juga harus ikut berperan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah singkat oleh Ustaz Nurul Amin, dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama yang dikhusukan untuk muassis NU, pendiri IPNU dan IPPNU, serta tokoh-tokoh yang berjuang untuk Nahdlatul Ulama, kemudian diakhiri dengan pemotongan tumpeng. (Rls/Owen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × four =

Jangan Lewatkan