ENAM POLWAN JADI KORBAN PELECEHAN DAN PENGANIAYAAN MAHASISWA SAAT MELAKSANKAN PENGAMANAN UNJUK RASA DI KANTOR DPRD PROVINSI RIAU

Pekanbaru254 views

PEKANBARU:Riaunet.com- Enam orang Polwan jadi korban Pelecehan dan Penganiayaan oleh mahasiswa BEM UR dan BEM SE Riau saat melaksanakan pengamanan unjuk rasa di kantor DPRD provinsi Riau Jalan Sudirman Pekanbaru Senin 24 September 2018.

Pelaksanaan pengamanan unjuk rasa dimulai dengan apel persiapan pengamanan dipimpin oleh _*Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH*_ didamoingi oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardi SIK, Kapolsek Jajaran Polresta Pekanbaru beserta anggota.

Pengamanan juga di backup oleh jajaran Polda Riau dan Satpol PP provinsi Riau dengan jumlah personil lebih kurang 500 personil pengamanan.

Dalam arahannya Kapolresta Pekanbaru menyampaikan kepada seluruh anggota agar pengamanan dilaksanakan secara Humanis terhadap mahasiswa yang akan melaksanakan aksi unjuk rasa ke kantor DPRD Provinsi Riau hari ini Senin 24 September 2018.

Sekitar jam 15.00 WIB massa dari BEM Unri mendatangi kantor DPRD provinsi Riau melaksanakan aksi mereka.

Mahasiswa dr BEM Unri menuntut kehadiran ketua DPRD utk menyambut kedatangan mereka dalam rangka memperingati hari tani 24 September.

Dalam aksinya BEM Unri secara bergantian melaksankan orasi didepan pintu masuk kantor DPRD Provinsi Riau menyampaikan aspirasi mereka.

Lima belas menit kemudian massa dari BEM SE.RIAU datang ke kantor DPRD Provinsi Riau juga utk melaksanakan aksi mereka di bagian depan pintu keluar kantor DPRD Provinsi Riau.

Dalam orasinya BEM SE.RIAU yg terdiri mahasiswa dari UMRI , UNIV ABDURRAB dan berapa kampus lainnya secara bergantian melaksanakan orasi meminta pemerintah menstabilkan harga komoditi pertanian yang anjlok pada saat ini.

Beberapa saat kemudian dua rombongan masa aksi ini bergabung di pintu masuk kantor DPRD Provinsi Riau.

Karena merasa jumlah massa mereka sudah banyak , gabungan Masa aksi ini mencoba menerobos blokade dari pengamanan yang sudah standby melaksanakan pengamanan dari siang harinya.

Baca Juga:  HIPMI Riau Apresiasi Kapolri : "Pertumbuhan Ekonomi Adalah PR Bersama"

Saat ingin menerobos blokade massa aksi langsung berhadapan dengan polwan sebagai lapisan pertama pengamanan , saat itulah terjadi pelecehan dan penganiayaan oleh mahasiswa terhadap Polwan yang melaksanakan pengamanan unjuk rasa tersebut. Enam Polwan yg menjadi korban tersebut yaitu

Beberapa Polwan Polresta yang terkena akibat aksi dorong2an dari Massa Aksi :
a. BRIGADIR LD (Pingsan).
b. BRIPDA N (Dada Sakit).
c. AIPTU RH (kaki Sebelah kiri sakit).
d. BRIPDA Z (Luka pada Bibir)
e. BRIPDA M (Tangan kanan sakit).
f. AIPTU T (Pergelangan kaki Sakit).
g. BRIPDA S (Pinggang Sakit sebelah kanan terkena benda keras).

Kemudian Polwan tersebut dilarikan ke rumah sakit Awal Bros untuk dilakukan tindakan medis terhadap penganiayaan yang dilakukan oleh mahasiswa.

Aksi dorong dorongan tidak dapat dielakan , pasukan pengamanan berhasil mendorong mundur masa aksi yg nekat ingin menerobos dengan maksud ingin masuk ke Kantor DPRD Provinsi Riau.

Akhirnya situasi dapat dikendalikan dan masa aksi meminta kehadiran ibu Septina selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau didampingi _*Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH*_ menemui masa aksi utk mendengarkan tuntutan mahasiswa terkait harga komoditi pangan yg anjlok yaitu Pemerintah dan DPRD Provinsi Riau serius menyikapi anjloknya harga komodity pangan.

Akhir kegiatan ibu Septina menerima aspirasi dari mahasiswa dan kemudian menyatakan akan melaksanakan diskusi di DPRD provinsi Riau dengan Ketua dan anggota DPRD provinsi Riau guna mencari solusi permasalahan tersebut. [Rom/HumasResta].

Komentar