oleh

Gebrakan Progam Shalat Magrib Mengaji Perlu Dikembangkan dan Dilestarikan.


Bireuen:Riaunet.com-  Progam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen tentangb Shalat Magrib Mengaji yang pelaksanaannya diprakarsai Dinas Syariat Islam patut didukung bahkan perlu dikembangkan secara kontinyu dan dilestarikan.

” Gerakan Pelaksaanaan Shalat Maghrib Mengaji adalah upaya pemerintah dalam meningkatkan syiar keagamaan serta ketaqwaan,’’ ujar Kepala Dinas Syariat Islam H Jufliwan,SH,M.Si seusai kegiatan di Masjid Al Mujahidin Kemukiman Geudong Selasa, 19 Maret 2019 malam Rabu pukul 20.30 WIB.

H Jufliwan, menambahkan gebrakan Shalat Magrib Mengaji sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan syiar keagamaan dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT sebab ada keberkahan yang bisa dirasakan seluruh masyarakat dari syiar keagamaan.

Dijelaskan, Shalat Magrib Mengaji harus membudaya di tengah kaum Muslimin di Wilayah Bireuen sebagai wujud kepedulian Pemkab Bireuen menggalakkan karena adanya kekhawatiran perubahan pola perilaku dan sikap para remaja di tengah masyarakat, sehingga kebiasaan yang baik sering dilupakan apalagi maraknya prosesi masalah narkoba.

Sementara itu Sekretaris Dinas Syariat Islam Pak Jamil menyebut, diluncurkan pertama kali, Gerakan Shalat Magrib Mengaji tambah M Jamil sebatas dijalankan pada 10 unit Masjid dalam wilayah Kecamatan Kota Juang dan Kuala yang dimulai pertama Senin (18/3) malam Selasa di Masjid Geulanggang Teugoh dan kedua Selasa (19/3) malam Rabu di Masjid Al Mujahidin Kemukiman Geudong dan nantinya berakhir di Masjid Krueng Juli Kecamatan Kuala.

Saat ini, ungkap Pak Jamil, ada kekhawatiran kebiasaan baik itu mulai ditinggalkan. Apalagi, anak-anak saat ini mudah terlena dengan pelbagai hiburan yang muncul bakda maghrib, sebut saja gawai internet , HP atau televisi.

Pak Jamil menerangkan, gerakan magrib mengaji sebagai upaya membentengi generasi muda dengan pondasi agama yang baik. Terutama untuk menekan terjadinya kenakalan para remaja sekaligus mengantisipasi untuk tidak terlibat narkoba.

Baca Juga:  Babinsa Kodim 0110/Abdya berikan bantuan Sembako pada warga kurang mampu

M Jamil menambahkan, Salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja adalah kurangnya kedekatan dengan agama. Oleh karena itu pemerintah mencoba menggerakan kembali agar warga kembali menggalakkan nantinya gerakan magrib mengaji serta surah pengajian yang dipimpin Tgk Saifuddin. (Suherman Amin)

Komentar

Jangan Lewatkan