oleh

Bulkis Akui Tak Memberhentikan 3 Orang Guru SDN 1 Tambusai

-Rohul-359 views
tour_de'

Rohul:Riaunet.com-Tiga orang guru Sekolah Dasar Negeri 1 Tambusai , Kabupaten Rokan Hulu, sepekan terakhir berhenti mengajar dan namanya dikeluarkan dari absensi guru SDN 1 Tambusai karena menyebar isu miring tentang kepala Sekolahnya dilingkungan masyarakat setempat, dimedia sosial dan media massa.Ketiga guru tersebut yakni Marlinda Sriningsih S.Pd guru Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani yang telah mengajar selama 14 tahun, Hasan As’ari S.Sy guru Mata Pelajaran pendidikan Agama Islam telah mengajar 5 tahun, dan Sintia Dewi S.Pd guru Mata Pelajaran Budaya Melayu Riau telah mengajar selama 4 tahun setengah.

Ketiga guru tersebut, dikeluarkan namanya dari absensi guru oleh kepala sekolah , Hj.Bulkis, karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik terhadap dirinya. Seyogyanya, ketiga guru tersebut masih ada ikatan keluarga dengan nya, diantaranya adalah keponakan si kepala sekolah.

” saya tidak terima nama baik saya dicoreng oleh isu-isu yang mereka buat, yakni tudingan bahwa saya memotong gaji mereka untuk kepentingan pribadi saya. Untuk itu, sementara ini saya bebaskan mereka dari tugas sebagai guru, dan berharap mereka segera membersihkan nama baik saya dimasyarakat luas, terutama dikalangan masyarakat dalu-dalu Tambusai, karena persoalan ini telah sampai ke ninik mamak”, ujar Hj Bulkis.

Hj.Bulkis mengaku tidak melakukan pemecatan terhadap ketiga guru tersebut. Hanya saja ketiga guru itu dibebas tugaskan sementara waktu, dengan tujuan agar ketiga guru tersebut dapat fokus menghapus isu tudingan pemotongan gaji yang disebarkan ke masyarakat luas, bahkan melalui media massa. Hj Bulkis menuntut pemulihan nama baik atas isu miring yang ditebar ketiga guru tersebut tentang dirinya.

Terkait pemotongan gaji yang dimaksud ketiga guru tersebut, Hj Bulkis menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi di Triwulan ke IV, perolehan dana BOS di SDN 1 Tambusai mengalami penurunan. Karena jumlah murid yang tammat pada juni 2019 tidak sebanding dengan jumlah murid baru. Sehingga Dana BOS yang biasanya diterima Rp57 juta, kini hanya menerima Rp50 juta per triwulan, dengan pembagian Rp20 juta, untuk honor 7 orang tenaga honor yang terdiri dari guru , petugas keamanan, petugas kebersihan, dan staf tata usaha. Sementara Rp30 juta lagi untuk biaya operasional sekolah selama setahun.

Baca Juga:  Warga Sialang Rindang Minta Pengaspalan, Pj. Sekda Tawarkan Base Full

Dalam pernyataan persnya Senin siang (16/3/2020), di Ruang Kepala SDN 1 Tambusai , Hj.Bulkis sangat menyayangkan sikap ketiga orang guru itu, yang mana masih ada ikatan kekeluargaan dengannya, namun sanggup mencemarkan nama baiknya. Hj.Bulkis berharap agar isu tersebut dapat diluruskan, dan ketiga guru tersebut segera kembali mengajar di SDN 1 Tambusai.

Pasca permasalahan ini, SD N 1 Tambusai menerima beberapa orang guru , namun bukan untuk menggantikan ketiga guru tersebut, melainkan karena sekolah itu memang mengalami kekurangan tenaga pendidik staf tata usaha, guru baru yang direkrut merupakan anak dan menantu Hj. Bulkis, dengan alasan selama kepemimpinannya, Hj.Bulkis membangun sekolah ini dengan rasa kekeluargaan dan kekompakan bersama, sehingga hari ini SDN 1 Tambusai menjadi sekolah model dengan segudang prestasi.

” saya bangun sekolah ini dengan rasa kekeluargaan. Jadi saya ingin seluruh guru honorer yang tugasnya membantu saya mewujudkan visi misi sekolah ini harus kompak dan sinergi dengan program kerja saya”, pungkas Hj.Bulkis.

Salah seorang guru yang diberi sanksi oleh Hj Bulkis, yakni Marlinda, saat dijumpai di pasir pengaraian , Senin 16 Maret 2020, mengaku nama mereka dikeluarkan dari absensi kehadiran guru sejak tanggal 2 Maret 2020 selesai upacara. Namun secara resmi tidak menerima surat pemberhentian .

” Kami juga tidak mengetahui kesalahan apa yang kami perbuat. Namun tanggal 2 Maret 2020, nama kami tidak ada di absensi. Memang, secara resmi kami tidak menerima surat pemberhentian, maupun surat peringatan. Tapi tiba-tiba nama kami dikeluarkan dari absensi guru”, ujar Marlinda guru yang saat ini menjalani sanksi dari Bulkis.

Terkait gaji, Marlinda mengaku pemotongan gaji tidak terjadi, justru bertambah naik, semula gajinya Rp 800 ribu bulan, menjadi Rp1 juta per bulan , yang kami terima Januari dan Februari.

Baca Juga:  Anggota DPRD Rohul Patrun Rahman Salurkan Sembako Untuk Warga Kurang Mampu

Ditanya terkait keinginan untuk mengajar di sekolah tersebut, Marlinda mengaku “tentu saja kami masih ingin mengajar di SDN 1 Tambusai.”

Tambah Linda, ” ya namanya cita-cita awak ingin menjadi guru, mengabdi demi bangsa dan negara, pasti ingin bisa kembali mengajar. Kalau gak berminat, gak mungkin bertahan selama 14 tahun”, ujar Marlinda sambil mengusap air mata.

Sebagai upaya untuk dapat mengajar kembali di sekolah tersebut, Marlinda dan 2 guru lainnya , telah meminta bantuan perlindungan kepada PGRI Rokan Hulu, dan persoalan ini telah ditangani Dinas Pendidikan Pemuda Olah raga Kabupaten Rokan Hulu.(Na).

Komentar

Jangan Lewatkan